Nemo 33 adalah kolam renang terdalam di dunia. kedalaman maksimum adalah 35 meter. Ini berisi 2.500.000 liter non-diklorinasi. air dijaga pada 30 ° C (86 ° F) dan memiliki beberapa gua bawah laut disimulasikan pada tingkat kedalaman 10 m.
Selengkapnya >>
10 Letusan Gunung yang Mengguncang Dunia
at Thursday, September 23, 2010
Meletusnya gunung Sinabung yang berlokasi di Kabupaten Tanah karo, Sumatera utara baru-baru ini mengingatkan kembali cerita letusan gunung berapi yang pernah terjadi di Indonesia dan dunia. Majalah Time edisi online kemudian membuat semacam daftar peringkat 10 besar letusan gunung di dunia yang pernah terjadi. Dalam daftar itu, Indonesia diwakili dengan letusan Gunung Karakatau dan Tambora. Berikut 10 letusan gunung yang sempat menggemparkan dunia :
1.Gunung Vesuvius
Gunung Vesuvisu merupakan gunung api aktif yang berlokasi di Pantai Naples, selatan Italia. Gunung ini meletus pada tahun 79 M. Gunung ini menurut sejarawan tercatat meletus sebanyak 30 kali. Letusan gunung itu menyebabkan kota yang ada didekatnya Pompeii terpenuhi lahar dan awan panas. Letusan itu menyebabkan jatuhnya korban hingga 1.000 jiwa.
2. Gunung Krakatau
Tahun 1883, jauh sebelum Indonesia merdeka, Pulau Krakatau yang berada di selat Sunda secara tiba-tiba meletus. Letusannya sama dengan 13 ribu bom yang diledakan. Suara ledakan terdengar jauh hingga ribuan mil. Asap dan bebatuan yang terlontar berjatuhan hingga Pantai Afrika Timur.
Tak hanya itu, letusan Krakatau juga menyebabkan mega tsunami. Walhasil korban jiwa yang berjatuhan mencapai 36 ribu jiwa. Hingga kini, sisa letusan itu masih terlihat. Bahkan para ahli mengatakan Gunung Krakatau masihlah aktif. Terbukti ketika tahun 1927, Krakatau sempat memperlihatkan aktivitas vulkanis.
3. Gunung Helens
Gunung Helens sebelum meletus sempat menunjukan aktivitas vulkanis. Saat itu, para ahli memperkirakan gunung tersebut tidak akan meletus mengingat selama 120 tahun gunung itu tidak menunjukan aktivitas vulkanis. Selang dua bulan, tepatnya 18 Mei 1980, sebuah gempa berkekuatan 5,1 skala richter memicu letusan.
Awan panas dan lahar mengalir dengan kecepatan 15 mil per jam sedangkan letusanya bisa melontarkan lava dan bebatuan hingga 16 mil ke udara. Wash, sebuah kota yang berjarak 250 km dari gunung mendadak gelap. Meski letusannya berbahaya, korban jiwa yang berjatuhan tercatat 57 jiwa. Pada tahun 1982, Pemerintah AS menunjuk Gunung Helens sebagai Taman Nasional Gunung Api Helens.
4. Gunung Tambora
Sebelum letusan hebat Krakatau, Indonesia sempat merasakan letusan dashyat lain yakni letusan Gunung Tambora. Letusan Gunung Tambora yang berlangsung tahun 1816 menyebabkan perubahan iklim dunia saat itu. Eropa Utara dan AS merupakan wilayah yang terkena dampak perubahan iklim yang cukup ekstrem. Puluhan ribu orang tewas akibat letusan Gunung Tambora.
5. Gunung Mauna Loa
Cerita kedashyatan letusan gunung berlanjut di kawasan Pasifik tepatnya kepulauan Hawaii, AS. Dengan ketinggan 13.700 kaki di atas permukaan laut, Gunung Mauna Loa meletus dengan dampak letusan hingga 60 mil. Gunung ini telah meletus sebanyak 33 kali dan kemungkinan besar gunung ini masih aktif.
6. Gunung Eyjafjallajokull
Gunung yang berlokasi di Islandia ini menyebabakan awan penuh dengan abu vulkanis. Beruntung tidak ada korban jiwa yang berjatuhan akibat letusan gunung di kawasan utara Eropa ini. Meski begitu, letusan yang berlangsung Maret lalu ini menyebabkan kerugian hingga 1 miliar dolar AS.
7.Gunung Pelee
Pascaletusan Gunung Krakatau, Gunung Pele yang berlokasi di kawasan Kepulauan Karibia Perancis meletus pada bulan Mei 1902. Letusan gunung ini memakan korban hingga 30 ribu jiwa. Abu vulkanis, lava dan gas beracun bertebaran memenuhi udara. Menurut ahli geologi, gunung ini masih terbilang aktif.
8. Thera
Sekitar 3.500 tahun lalu, bencana besar mengguncang Mediterania. Gunung berapi di Thera, kini bernama pulau Santorini Yunani meletus dengan kekuatan empat sampai lima kali kekuatan letusan Krakatau pada tahun 1883. Letusan dahsyat Thera menyebabkan punahnya kebudayaan Minoan. Sekaligus menjadi asal muasal legenda Yunani Kuno “The Lost Atlantis” atau "Atlantis Benua yang Hilang. "
9. Nevado del Ruiz
Letusannya sebenarnya kecil, hanya menghasilkan 3 persen dibanding abu yang disemburkan Gunung St Helens pada 1980. Namun, letusan gunung ini menyebabkan kota terkubur oleh lahar dan menyebabkan kematian sebesar 23 ribu orang. Peristiwa ini disebut tragedi Armero. Nevado del Ruiz disebut "singa tidur" oleh penduduk setempat.
10. Gunung Pinatubo
Terletak di Pulau Luzon, Filipina. Gunung ini meletus pada tahun 1991, lebih dari 490 tahun setelah aktivitas erupsi yang terakhir kali terlihat. Prediksi dan penanganan yang tepat menyebabkan puluhan ribu jiwa selamat. Tetapi daerah sekitar gunung tersebut hancur karena aliran piroklastik, abu dan lahar.
Selengkapnya >>
1.Gunung Vesuvius
Gunung Vesuvisu merupakan gunung api aktif yang berlokasi di Pantai Naples, selatan Italia. Gunung ini meletus pada tahun 79 M. Gunung ini menurut sejarawan tercatat meletus sebanyak 30 kali. Letusan gunung itu menyebabkan kota yang ada didekatnya Pompeii terpenuhi lahar dan awan panas. Letusan itu menyebabkan jatuhnya korban hingga 1.000 jiwa.
2. Gunung Krakatau
Tahun 1883, jauh sebelum Indonesia merdeka, Pulau Krakatau yang berada di selat Sunda secara tiba-tiba meletus. Letusannya sama dengan 13 ribu bom yang diledakan. Suara ledakan terdengar jauh hingga ribuan mil. Asap dan bebatuan yang terlontar berjatuhan hingga Pantai Afrika Timur.
Tak hanya itu, letusan Krakatau juga menyebabkan mega tsunami. Walhasil korban jiwa yang berjatuhan mencapai 36 ribu jiwa. Hingga kini, sisa letusan itu masih terlihat. Bahkan para ahli mengatakan Gunung Krakatau masihlah aktif. Terbukti ketika tahun 1927, Krakatau sempat memperlihatkan aktivitas vulkanis.
3. Gunung Helens
Gunung Helens sebelum meletus sempat menunjukan aktivitas vulkanis. Saat itu, para ahli memperkirakan gunung tersebut tidak akan meletus mengingat selama 120 tahun gunung itu tidak menunjukan aktivitas vulkanis. Selang dua bulan, tepatnya 18 Mei 1980, sebuah gempa berkekuatan 5,1 skala richter memicu letusan.
Awan panas dan lahar mengalir dengan kecepatan 15 mil per jam sedangkan letusanya bisa melontarkan lava dan bebatuan hingga 16 mil ke udara. Wash, sebuah kota yang berjarak 250 km dari gunung mendadak gelap. Meski letusannya berbahaya, korban jiwa yang berjatuhan tercatat 57 jiwa. Pada tahun 1982, Pemerintah AS menunjuk Gunung Helens sebagai Taman Nasional Gunung Api Helens.
4. Gunung Tambora
Sebelum letusan hebat Krakatau, Indonesia sempat merasakan letusan dashyat lain yakni letusan Gunung Tambora. Letusan Gunung Tambora yang berlangsung tahun 1816 menyebabkan perubahan iklim dunia saat itu. Eropa Utara dan AS merupakan wilayah yang terkena dampak perubahan iklim yang cukup ekstrem. Puluhan ribu orang tewas akibat letusan Gunung Tambora.
5. Gunung Mauna Loa
Cerita kedashyatan letusan gunung berlanjut di kawasan Pasifik tepatnya kepulauan Hawaii, AS. Dengan ketinggan 13.700 kaki di atas permukaan laut, Gunung Mauna Loa meletus dengan dampak letusan hingga 60 mil. Gunung ini telah meletus sebanyak 33 kali dan kemungkinan besar gunung ini masih aktif.
6. Gunung Eyjafjallajokull
Gunung yang berlokasi di Islandia ini menyebabakan awan penuh dengan abu vulkanis. Beruntung tidak ada korban jiwa yang berjatuhan akibat letusan gunung di kawasan utara Eropa ini. Meski begitu, letusan yang berlangsung Maret lalu ini menyebabkan kerugian hingga 1 miliar dolar AS.
7.Gunung Pelee
Pascaletusan Gunung Krakatau, Gunung Pele yang berlokasi di kawasan Kepulauan Karibia Perancis meletus pada bulan Mei 1902. Letusan gunung ini memakan korban hingga 30 ribu jiwa. Abu vulkanis, lava dan gas beracun bertebaran memenuhi udara. Menurut ahli geologi, gunung ini masih terbilang aktif.
8. Thera
Sekitar 3.500 tahun lalu, bencana besar mengguncang Mediterania. Gunung berapi di Thera, kini bernama pulau Santorini Yunani meletus dengan kekuatan empat sampai lima kali kekuatan letusan Krakatau pada tahun 1883. Letusan dahsyat Thera menyebabkan punahnya kebudayaan Minoan. Sekaligus menjadi asal muasal legenda Yunani Kuno “The Lost Atlantis” atau "Atlantis Benua yang Hilang. "
9. Nevado del Ruiz
Letusannya sebenarnya kecil, hanya menghasilkan 3 persen dibanding abu yang disemburkan Gunung St Helens pada 1980. Namun, letusan gunung ini menyebabkan kota terkubur oleh lahar dan menyebabkan kematian sebesar 23 ribu orang. Peristiwa ini disebut tragedi Armero. Nevado del Ruiz disebut "singa tidur" oleh penduduk setempat.
10. Gunung Pinatubo
Terletak di Pulau Luzon, Filipina. Gunung ini meletus pada tahun 1991, lebih dari 490 tahun setelah aktivitas erupsi yang terakhir kali terlihat. Prediksi dan penanganan yang tepat menyebabkan puluhan ribu jiwa selamat. Tetapi daerah sekitar gunung tersebut hancur karena aliran piroklastik, abu dan lahar.
25 Most Beautiful Places in Asia
at Wednesday, September 22, 2010Gujarat, India
The nation’s largest producer of cotton and salt, Gujarat is the birthplace of Mahatma Gandhi. In 2005 and 2006 heavy monsoons caused severe flooding, killing more than 1,000 people and devastating both infrastructure and agriculture. Climate change is expected to lead to increasingly unpredictable monsoon rains and floods.
Maladives, Indian Ocean
Famous for its 1,200 tropical islands, snow-white beaches, swaying palm trees, and richly colored coral reefs, the Republic of Maldives stretches across more than 600 miles. With 80 percent of the country less than 3.3 feet above sea level, rising ocean levels and a potential increase in the intensity of tropical storms pose a serious threat.
Bangkok, Thailand
Bangkok is a tropical metropolis where the traditional East meets the modernity of the West. But geography exposes it to flooding, especially during the monsoon season. The city is already sinking due to its soft underground, heavy urbanization, and excessive pumping of groundwater. Much of Bangkok could be underwater before the end of the century.
Cherrapunji, India
Shrouded in clouds and surrounded by waterfalls, Cherrapunji is one of the wettest places on Earth. Paradoxically, its residents face water shortages, since there is generally no rain for nearly eight months of the year. Rainfall has decreased over the last century, and erosion from deforestation limits the ground’s capacity to store rainwater.
Komodo Island, Indonesia
The sea surrounding Komodo provides some of the world’s best diving, thanks to its spectacular fish and coral reefs. The island is also home to Komodo dragons, lizards that grow up to 10 feet long. Rising sea levels threaten to flood its mangrove forests and beaches, while increased acidification and rising surface temperatures may eventually kill the coral.
Mount Al Makmal, Lebanon
At one time the plains and mountains of Lebanon were densely covered with majestic cedar trees. Today, the remains of the immense forests are found on the high slopes of Mount al-Makmal in northern Lebanon. The last ancient cedars face a severe threat from rising temperatures and decreases in precipitation, which could leave Makmal’s slopes barren.
Ganges Delta, Bangladesh
Nutrients from the two great rivers of Ganges and Brahmaputra feed the soil of the paddies in the low-lying Ganges Delta. Some 300 million people depend on the crops produced here. The delta spreads over a massive 65,000 square miles. Climate change could increase rainfall and cause more frequent flooding and monsoons.
Tokyo
Tokyo is one of the world’s greatest metropolises. But it now suffers from a phenomenon known as “heat islands,” a characteristic of mega cities in which artificial heat from car exhaust and factory emissions creates a local greenhouse effect. If global temperatures continue to rise, the heat in big cities like Tokyo could increase.
Tian Shan, Kasakhstan
Farmers and cattle breeders at the foot of the Tian Shan mountain range have been dependent on meltwater from Central Asian glaciers for 3,000 years. But in the past 50 years, the glaciers have lost about 36 percent of their mass. With temperatures projected to increase, water may be limited at a time when demand is growing quickly.
Kushiro Marsh, Japan
Today the red-crowned crane is the second-rarest crane species in the world. There are about 1,200 in Hokkaido, where they breed, stalk the fields, and perform wild courtship dances.Their habitat is shrinking as massive developments, deforestation, and rising sea levels threaten the Kushiro marshland.
Mergui Archipelago, Burma
Blue waters and white coral reefs are home to some of the last surviving nomadic sea hunters and gatherers in the world. Their very existence is now endangered by changes in ocean movement and rising sea temperatures, which also threaten the entire reef ecosystem.
Indus River, Pakistan
Fed by glaciers on the Himalayan mountains, the Indus runs for 1,900 miles, nourishing temperate forests, plains, and countryside. The melting of the Tibetan glaciers and an increasingly irregular precipitation pattern could create more intense water shortages.
Borneo, Indonesia
Many of the world’s remaining wild orangutans live in the rainforests of Borneo. But these rainforests are being stripped of trees as a result of logging, road construction, and palm-oil plantations. Now rising temperatures are reducing the abundance of fruit and increasing the incidence of malaria and the risk of forest fires.
Beijing
Beijing is China’s capital and, with its huge multilane highways, is a major transportation hub. But the desert is encroaching on this metropolis. Beijing is plagued by sandstorms howling in from Inner Mongolia—one storm dumped almost 364,000 tons of sand and dirt on the city in 2005. Rising temperatures combined with less predictable rain patterns are likely to reduce water supplies and augment desertification.
Nuwara Eliya, SriLanka
The hillsides here are perfectly suited for growing tea, which requires an even distribution of rainfall throughout the year, moderate temperatures, and a sunny climate. Yet increasing temperatures and drier weather are likely to create droughts that will reduce the yield and damage many of the plants. Heavier rainfall could also cause soil erosion and landslides.
Lake Baikal, Russia
Lake Baikal in southern Siberia is the world’s oldest and deepest lake, containing more water than all of North America’s Great Lakes combined. The lake’s biodiversity has adapted to cold, long winters, but its waters have been warming over the last several decades. If temperatures continue to rise as projected, the entire ecosystem could suffer.
Sulu Sulawesi Sea, Malayasia
Historically, the Bajau people have lived a nomadic seafaring life in this tropical monsoon climate. But traditional life is growing increasingly complicated. Overfishing and other illegal tactics such as blasting and poison-fishing are damaging the coral reefs. Rising sea-surface temperatures and increasing acidification only exacerbate this problem.
Me Kong Delta, Vietnam
A lush area of vast plantations and one of Vietnam’s largest rice-, vegetable-, and fruit-producing regions, the delta is threatened by upstream dams and pollution. The projected rise in sea level could increase saltwater intrusion into freshwater ponds and rice fields. It could also cause flooding, leading to a loss of cropland and mangroves.
Empty Quarter, Saudi Arabia
The Empty Quarter is the largest continuous sand sea in the world. For centuries, Bedouin communities have survived in this vast wilderness. The vegetation—scattered herbs, shrubs, and weeds—feeds the Bedouins’ livestock, and this sensitive ecosystem is particularly vulnerable to increasing temperatures.
Bayan Olgii, Mangolia
Today, half of the nearly 3 million Mongolians still live as herdsmen. They lead a pastoral way of life, moving around in search of pastures for their livestock and sites for their gers, round, moveable dwellings. Rising temperatures and changing rainfall patterns could expand the Gobi desert, threatening the nomadic way of life.
Amman, Jordan
This city of 3 million, perched on hills between the desert and the fertile valley below, draws its drinking and irrigation water from the Jordan River. Yet the river’s flow has decreased in recent decades. Temperature rises and precipitation drops are expected to increase the severity of water shortages, fueling tension in the region.
Altai Mountains, Russia
The Russian section of this mountain range is on UNESCO’s World Heritage List because of its diverse plant life, which varies from steppe to mixed forest to alpine vegetation. Temperatures have been rising over the last century and a significant reduction of the permafrost is expected in the coming decades, threatening this unique natural habitat.
Sagarmatha Himilayas, Nepal
The highest mountain in the world, Mount Everest, is known to the Nepalese as Sagarmatha. This high-altitude landscape of snow and rock is home to the snow leopard, musk deer, and red panda. Two thirds of the Himalayan glaciers have retreated significantly, a trend that could lead to rapid expansion of glacial lakes, causing floods and landslides.
Yangtze River
Stretching for 3,900 miles from the Tibetan plateau to the East China Sea, the Yangtze is the longest river in Asia. Due to the diminishing of the Tibetan glaciers, the flow of the once mighty Yangtze could dwindle during the dry season in the future, reducing the availability of fresh water in large parts of China all year round and lowering rice yields.
Mount Chomo, Bhutan
The ruins of Sey Dzong, a 17th-century fortress monastery, lie at the foot of the holy mountain of Chomo Lhari. For centuries, the population has depended on melt water from the glaciers of the high mountains to irrigate their farmland. As melt-off from the glaciers increases, the rapidly increasing flow of water could pose a serious threat.
Hoax: Maria Ozawa aka Miyabi Meninggal Geger di Twitter
at Tuesday, September 21, 2010Bintang film porno asal Jepang Maria Ozawa alias Miyabi kembali menjadi bahan perbincangan ramai di situs microbloggingTwitter. Tetapi, yang jadi topik kali ini bukan soal perannya di film biru, melainkan tentang kabar bahwa artis panas ini meninggal dunia.
Banyak tweeter yang intensif membahas kabar ini. Salah satunya, misalnya berbunyi: "Pasti anak facebook belum tau gosip miyabi..."
Berita itu tentu saja menarik perhatian. Dan bahkan membuat beberapa orang bertanya-tanya benarkah wanita berdarah Perancis-Kanada itu telah meninggal dunia. Banyak yang terkejut dan tak yakin.
"Miyabi meninggal ya? Kapan? Kenapa?" Begitulah tanggapan tweep soal kabar mengejutkan ini.
Tampaknya, kabar itu hanya hoax semata. Pasalnya, artis yang sempat ramai dibicarakan di Indonesia terkait film 'Menculik Miyabi' itu masih aktif meng-update timeline di akun twitter-nya, @ozawazone.
Banyak tweeter yang intensif membahas kabar ini. Salah satunya, misalnya berbunyi: "Pasti anak facebook belum tau gosip miyabi..."
Berita itu tentu saja menarik perhatian. Dan bahkan membuat beberapa orang bertanya-tanya benarkah wanita berdarah Perancis-Kanada itu telah meninggal dunia. Banyak yang terkejut dan tak yakin.
"Miyabi meninggal ya? Kapan? Kenapa?" Begitulah tanggapan tweep soal kabar mengejutkan ini.
Tampaknya, kabar itu hanya hoax semata. Pasalnya, artis yang sempat ramai dibicarakan di Indonesia terkait film 'Menculik Miyabi' itu masih aktif meng-update timeline di akun twitter-nya, @ozawazone.
Di twitter, Miyabi justru sedang sibuk membahas big match Liga Inggris semalam antara Liverpool dan Manchester United.
"YNWL Liverpool! (?) (@ ??? ?? ????????) http://4sq.com/dDiUKl. WTF! *_* 3-2 come on Liverpool! #YWNWL," dia berkicau.
"YNWL Liverpool! (?) (@ ??? ?? ????????) http://4sq.com/dDiUKl. WTF! *_* 3-2 come on Liverpool! #YWNWL," dia berkicau.
Dragger GT Mobil Tercepat di Dunia
at Saturday, September 18, 2010
Apa supercar tercepat dan terbesar tenaganya di dunia saat ini? Bugatti Veyron, Lamborghini Murcielago, Pagani atau Koenigsegg. Pernah dengar Dragger (Belati) GT! Boleh jadi, inilah supercar tercepat dengan power 2.000 PS dan kecepatan maksimumnya melebihi 400 km/jam.
Konsep mobil ini dari Cheetah Corvette dengan tujuan utama, yakni ingin memecahkan rekor di semua aspek. Termasuk melesat yang tercepat di jalan lurus, khususnya di Nurburgring, Jerman.
Belati GT dilengkapi mesin Twin Turbo dari bahan aluminium bertenaga 2.000 PS dan torsi 2.710 Nm untuk membawa bodi yang terbuat dari bahan serat karbon. Transmisi menggunakan TranStar Mendeola 6-speed.
Kalau tidak percaya Belati jadi yang tercepat, inilah buktinya. untuk akselerasi 0-100 km/jam dicapai hanya dalam 1,5 detik. Sedang untuk jarak seperampat mil atau 250 meter diukir 6,7 detik. Mau tahu kecepatan maksimumnya? Bisa mencapai 483 km/jam.
Harganya, diperkirakan 450.000 dollar Amerika. Produksi awal hanya 10 unit pada 2011 dan diserahkannya kepada pembeli 2012.
Selengkapnya >>
Konsep mobil ini dari Cheetah Corvette dengan tujuan utama, yakni ingin memecahkan rekor di semua aspek. Termasuk melesat yang tercepat di jalan lurus, khususnya di Nurburgring, Jerman.
Belati GT dilengkapi mesin Twin Turbo dari bahan aluminium bertenaga 2.000 PS dan torsi 2.710 Nm untuk membawa bodi yang terbuat dari bahan serat karbon. Transmisi menggunakan TranStar Mendeola 6-speed.
Kalau tidak percaya Belati jadi yang tercepat, inilah buktinya. untuk akselerasi 0-100 km/jam dicapai hanya dalam 1,5 detik. Sedang untuk jarak seperampat mil atau 250 meter diukir 6,7 detik. Mau tahu kecepatan maksimumnya? Bisa mencapai 483 km/jam.
Harganya, diperkirakan 450.000 dollar Amerika. Produksi awal hanya 10 unit pada 2011 dan diserahkannya kepada pembeli 2012.
Cokelat Bar Terbesar di Dunia, Rekor Dunia Baru di Armenia
at Friday, September 17, 2010Swiss dan Belgia mungkin paling terkenal di dunia sebagai negara pembuatan cokelat, tapi negara kecil Armenia baru saja mencuri perhatian mereka dengan membuat cokelat bar terbesar di dunia.
Acara berlangsung manis di ibukota Armenia, Yerevan dan diselenggarakan oleh Pabrik Cokelat Grand Candy sebagai cara untuk merayakan untuk merayakan 10 tahun keberadaannya. Perwakilan Guinness Book of Record diundang untuk ambil bagian dalam pembukaan dari cokelat raksasa, dan untuk memastikan acara ini masuk ke dalam buku catatan.
Cokelat Bar raksasa berbobot 4.400 kilogram, panjang 224 inci, 110 inci, 10 inci tebal dan terbuat dari biji kakao dari Ghana. Pada minggu-minggu berikut, cokelat terbesar di dunia bawah akan dipecah menjadi potongan-potongan dan dibagikan secara bebas di Yerevan.
Rekor sebelumnya untuk cokelat terbesar di dunia didirikan pada tahun 2007, di Italia.
Sumber: Kaskus
10 Presenter / Pembaca Berita di TV Swasta Indonesia Tercantik
at Friday, September 10, 20101. Grace Natalie Louisa
Grace Natalie Louisa (lahir di Jakarta, 4 Juli 1982; umur 27 tahun) adalah seorang pembawa acara berita dan jurnalis. Ia pernah bekerja di SCTV, ANTV, dan sekarang di tvOne. Ia adalah penyiar tetap Kabar Pasar, selain itu juga sering tampil di Kabar Petang, Apa Kabar Indonesia, Kabar Terkini, dan sejumlah program lainnya.
2. Tina Talisa
Tina Talisa (lahir di bandung, 24 desember 1979) adalah seorang pembaca berita di stasiun tvOne Indonesia. Sebelum menjadi pembaca berita dia pernah berprofesi sebagai dokter gigi lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran Bandung tahun 2001 dan juga pernah menjadi finalis putri indonesia tahun 2003.
3. Isyana Bagoes Oka
Pembaca berita Seputar Indonesia (RCTI) lulusan Universitas Indonesia Jurusan Hubungan Internasional ini, emang pembaca berita yang selalu membuat saya membelalakkan mata dan membuka telinga lebar-lebar. Suara merdunya seolah-olah merasuk kedalam unconcious mind saya hingga berita yang di bawa melekat erat kedalam otak ini.Hmmmm sebuah daya hypnotis yang luar biasa. Palagi ketika liat dia wawancarain Hillari Clinton di acara Dahsyat hmmm… pokoknya informativ abis deh.
Bergabung dengan RCTI pada tahun 2007, wanita cantik kelahiran Jakarta 13 September 1980 ini sebelumnya adalah pemenang wajah Femina tahun 2000. Memulai karir sebagai reporter di Trans TV (2003) dan kemudian pindah ke TV7 sebagai reporter dan News Presenter. Jago banget bahasa Inggris dan Perancis membuat wanita ini sering mendapatkan keprcayaan untuk mewancarai orang-orang penting seperti Josh W. Bush.
4. Tengku Fiola
Tengku Fiola adalah seorang pembawa acara berita ANTV. Ia adalah lulusan dari Universitas Indonesia Columbia University NYC.
5. Eva Julianti
Eva Julianti adalah seorang presenter berita di Metro TV, membawakan beberapa acara seperti Bisnis Hari Ini, Metro Realitas dan World News. Eva bergabung pada Bulan April Tahun 2007. Sebelumnya, Eva adalah pembawa acara dan asisten produser di SCTV.
Eva mengawali karirnya sebagai Reporter di SCTV, menyajikan berita, bisnis, kriminal dan politik. Eva mendapatkan gelar sarjana muda di bidang Ekonomi di Universitas Indonesia. Eva dilahirkan di Surabaya dan dibesarkan di Jakarta. Pernah tinggal di luar negeri pada saat pertukaran pelajar di Melbourne Australia. Eva fasih berbicara dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
6. Dewi Budiarti Tirtamanggala
Dewi Budianti Tirtamanggala (lahir 29 September 1985) adalah seorang presenter Presenter TV One Kabar Pagi, dan merupakan lulusan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jurusan Komunikasi Tahun 2007
7. Amie Ardhini
Amie Ardhini adalah seorang newspresenter dari TVRI, yang biasa muncul di program Warta Nusantara. Memulai karier di bidang Jurnalistik TV di MetroTV, gadis ini akhirnya tertambat di TVRI, mengikuti salah satu inspirator dan tokoh idolanya, yaitu Tengku Malinda.
Amie Ardhini lahir pada tanggal 29 November 1984 di Makassar, dan menghabiskan sebagian besar masa sekolah (SD-SMA) di Kendari, Sulawesi Tenggara. Semasa sekolah, Amie aktif di kegiatan OSIS, Olahraga, dan Sanggar Seni. Pada tahun 2002, selesai SMA, Amie mengikuti program PBUD dan masuk ke Universitas Gajah Mada Yogyakarta di Fakultas Teknik jurusan Teknik Nuklir. Amie kuliah selama 4 tahun, dan selama itu juga bekerja part-timer di berbagai event organizer di Yogyakarta. Selepas kuliah, yaitu pada tahun 2006, Amie pun menikah dan memutuskan untuk menetap di Jakarta. Ketika Amie memulai merintis karier di Jakarta, ia melamar sebagai seorang Reporter di salah satu stasiun TV swasta, yaitu MetroTV.
Namun setelah lolos mengikuti berbagai test yang diberikan, Amie harus menelan kekecewaan karena gagal diterima akibat sudah menikah. Walaupun begitu, atas referensi dari beberapa orang, Amie pun akhirnya diterima sebagai freelance reporter di Divisi Media Support MetroTV. Dengan latar belakang pendidikan Amie yang bukan dari jurusan Komunikasi atau Jurnalistik, tentu saja ia mengalami banyak kesulitan ketika awal-awal menjalankan pekerjaannya itu. Tak jarang juga ia mengalami kesalahan yang sebenarnya tak perlu dilakukan. Namun dengan dukungan dari produser, manajer, dan juga rekan-rekannya, Amie akhirnya bisa banyak belajar dan akhirnya membuktikan kemampuannya.
8. Frida Lidwina
Frida Lidwina Tanadinata (lahir di Jakarta, 23 Juni 1974; umur 35 tahun) adalah presenter berita Metro TV. Ia biasa tampil dalam program berita Indonesia Now, News Flash, Metro Malam, Metro World News dan beberapa program lainnya.
Frida adalah bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Egi Kusnadi dan Nellyanti Wijaya. Ia memiliki tinggi 174 cm dan berat 52 kg. Sejak duduk di bangku SD, Frida sudah menunjukkan ketertarikannya di bidang jurnalistik sehingga kelak ia mengambil kuliah di bidang tersebut di University of California, Berkeley setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya di BPK Penabur. Selain itu ia juga berhasil meraih gelar master dalam bidang finance di University of Western Australia, Perth.
Sekembalinya ke Indonesia ia sempat bekerja di sebuah perusahaan investasi properti dan mengawali karirnya di bidang jurnalisme sebagai reporter di Trans TV. Tahun 2004, ia bergabung dengan Metro TV. Dalam tahun pertamanya di stasiun TV itu, ia sering turun ke lapangan untuk meliput berbagai peristiwa di tanah air. Tak lama kemudian ia dipercaya untuk memandu acara Sports Corner (SC) atas rekomendasi dari Boy Noya, rekannya sesama presenter di Metro TV. Ia juga terkadang membawa berita dalam Bahasa Inggris dalam program berita tiga bahasa karena kefasihannya dalam bahasa tersebut. Sejak awal 2008, ia menjadi pemandu tetap program Indonesia Now bersama Dalton Tanonaka.
9. Shara Aryo
Shara Aryo adalah salah satu presenter pada stasiun Trans TV. Berdasar beberapa informasi pada thread penyiar berita kesayangan Webgaul, nama asli Shara adalah Virrisya Debora. Jika dilihat sepintas Shara memiliki postur layaknya seorang model. Kebetulan memang sewaktu masih remaja, Shara pernah menjadi finalis Gadis Sampul, tepatnya pada tahun 1992. Teman seangkatan Shara di Gadsam tahun 1992 yang terkenal antara lain Lulu Tobing dan Cindy Fatika Sari.
10. Fenny Anastasia
Fenny Anastasia adalah newspresenter dan reporter dari station tvOne yang biasa muncul dalam Kabar9, Kabar Siang, dan Kabar15. Fenny juga membawakan acara Telusur serta dalam beberapa kesempatan, menggantikan Nane Nindya dan Grace Natalie membawakan program Kabar Pasar.
Fenny Anastasia lahir di Solo, 7 Januari 1984. Pada usia 7 tahun, Fenny pun pindah ke Muntilan, kota kecil antar Magelang dan Yogyakarta, dan di sana ia menghabiskan masa sekolah hingga SMA.
Subscribe to:
Posts (Atom)



























































